Raytecho: sel -->
Latest Update
Fetching data...

Rabu, 22 Agustus 2018

Metabolisme

METABOLISME BAGIAN I
(Metabolisme dan Enzim)


Bagi kau siswa SMA, seharusnya sudah tidak abnormal lagi dengan istilah metabolisme, ya kan? Apa sih yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata Metabolisme? Ya, tentu saja istilah ini merujuk pada reaksi kimia di dalam tubuh. Tapi, apa bergotong-royong metabolisme yang akan kita pelajari di SMA? OK! Untuk mempelajarinya silakan ikuti klarifikasi berikut ini.

Gambar 1. Grafiti Metabolisme

Apa itu metabolisme?
Suatu reaksi kimia yang terjadi di dalam sel yang sebagian atau seluruh prosesnya melibatkan enzim. Sehingga metabolisme itu bisa dikatakan sebagai "reaksi kimia enzimatis di dalam sel".

Apa Saja Reaksi Kimia Yang Dimaksud?
Reaksi kimia yang dimaksud mencakup dua jenis, Anabolisme dan Katabolisme. Wah wah .. Istilah apalagi ya ini? hehe

Anabolisme yakni reaksi penyusunan senyawa kimia yang kompleks dari beberapa molekul atau senyawa yang lebih sederhana, sedangkan Katabolisme yakni reaksi pemecahan senyawa kimia yang kompleks menjadi beberapa molekul atau senyawa yang lebih sederhana. Got it?

Perumpamaannya begini, Anabolisme itu mirip ketika tukang bangunan menciptakan dinding. Untuk menciptakan dinding diharapkan seminimal mungkin yakni kerikil bata dan campuran semen. Batu bata tersebut disusun rapi dan direkatkan dengan campuran semen sehingga jadilah dinding. Nah, kerikil bata dan campuran semen itu contohnya yakni molekul yang sederhana dan dinding yakni molekul kompleks. Katabolisme yakni semisalnya tukang bangunan tadi merubuhkan bangunannya. Mengerti? Belum? Yasudahlah!

Anabolisme disebut juga reaksi endergonik lantaran menyimpan energi di dalam senyawa yang disusunnya, sedangkan Katabolisme disebut juga reaksi eksergonik lantaran melepaskan energi dari senyawa yang dipecahnya.

Apa Saja Contoh Reaksi Kimia Anabolisme dan Katabolisme?
Semua reaksi kimia penyusunan di dalam sel dan melibatkan enzim yakni Anabolisme. Contoh yang paling umum kita pelajari yakni Fotosintesis dan Kemosintesis.
Sedangkan semua reaksi kimia pemecahan di dalam sel dan melibatkan enzim yakni Katabolisme. Contoh yang akan kita pelajari yakni Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob (Fermentasi).

Apa Peran Enzim Dalam Anabolisme dan Katabolisme?
Dalam perumpamaan tukang bangunan yang menciptakan dinding di atas, sulit rasanya jikalau menciptakan dinding tanpa alat. Meski bisa tapi akan sangat usang dan sulit, hasil pun bisa jelek. Dengan alat-alat yang baik dan mutakhir, maka penyelesaian dinding akan lebih efektif dan efisien. Nah, alat-alat bangunan yang dipakai untuk menciptakan dinding menyerupai sebagai enzim dalam reaksi kimia. Sehingga sanggup dikatakan enzim menciptakan reaksi kimia menjadi efektif dan efisien, ringan dan cepat.

Nah, lebih lanjut kau harus mengenali terlebih dahulu "Siapa Enzim Itu?"

Enzim yakni senyawa kimia yang sebagian besar tersusun atas protein, bertindak sebagai biokatalisator (bios --> hidup, katalis --> pemotong) artinya senyawa organik yang mempercepat proses reaksi kimia.

Semua makhluk hidup mempunyai enzim untuk menunjang metabolisme di dalam tubuhnya. Mulai dari Bakteri yang bersel tunggal dan sederhana sampai Manusia yang bersel banyak dan kompleks. Semuanya membutuhkan enzim sebagai biokatalisator. Enzim pada makhluk hidup berbeda bergantung jenis makhluk hidup tersebut. Namun, secara umum enzim sanggup dipelajari sebagaimana pertanyaan di bawah ini:

Seperti Apa Struktur Enzim?

Gambar 2. Struktur Enzim

Perhatikan gambar di atas, mirip itulah ilustrasi enzim. Bagian berwarna biru merupakan struktur protein yang disebut Apoenzim. Spot berwarna merah merupakan struktur nonprotein yang disebut Gugus Prostetik.

Apoenzim + Gugus Prostetik --> Holoenzim (Enzim)

Adanya Apoenzim menimbulkan enzim bersifat mirip protein. Struktur ini membentuk sisi pengikatan aktif, yaitu suatu bab untuk mengikat substrat (substrat = zat yang akan direaksikan, produk = zat hasil reaksi) yang akan dikatalisis. Sisi aktif ini bersifat spesifik pada jenis substrat tertentu saja.

Gugus Prostetik jauh lebih kecil dari Apoenzim. Gugus ini sanggup berupa senyawa organik (Koenzim) atau unsur/molekul anorganik (kofaktor). Lalu apa beda antara keduanya?

Koenzim merupakan senyawa organik yang tidak menempel akrab dengan Apoenzim sehingga suatu waktu sanggup meninggalkan enzim. Koenzim membantu dalam menciptakan sisi aktif enzim. Contoh koenzim yakni NAD, NADP, Koenzim A, dan yang paling kita kenal yakni vitamin.

Kofaktor merupakan unsur anorganik yang berada di sisi aktif enzim, mempunyai ikatan yang kuat dengan Apoenzim. Kofaktor mempunyai fungsi sebagai penyeimbang reaksi, menstabilkan muatan, dan membantu oksidasi. Contoh kofaktor yakni Cu, Fe, Mn, Ca, Co, dll.

Siapa Yang Memproduksi Enzim?

Karena enzim merupakan senyawa protein, maka proses pembuatannya melibatkan sintesis protein. Inti sel dan ribosom mempunyai andil dalam pembentukan protein, pun enzim. Setelah protein enzim terbentuk, tubuh golgi (pada eukariotik) atau vakuola (pada prokariotik) membungkus protein tersebut dan mematangkannya dengan menambahkan identitas tertentu sehingga mempunyai fungsi khusus sebagai enzim.

Apa Fungsi Enzim?

Enzim membantu proses kimia di dalam tubuh berjalan sampai jutaan bahkan miliaran kali lebih cepat (biokatalisator). Kemampuan ini akan menurunkan biaya (energi) dan waktu proses sehingga produk akan dihasilkan secara efisien. Oleh lantaran itu setiap reaksi kimia di dalam tubuh hanya memerlukan sedikit saja enzim untuk mengkatalisnya.

Bagaimana Cara kerja Enzim?

Enzim bekerja mengikuti pola berikut ini:


Enzim akan berikatan dengan substrat membentuk kompleks enzim+substrat kemudian mengubah substrat menjadi produk yang diinginkan tanpa mengacaukan hasil reaksi. Pola ini berlaku untuk seluruh enzim. Lalu bagaimana enzim dan substrat membentuk kompleks enzim+subtrat?

Ada dua teori yang diakui ketika ini, yaitu:

Teori Lock and Key oleh Emil Fischer
Jika menilai dari nama teorinya saja kau niscaya sudah sanggup menebak bagaimana kerja enzim berdasarkan Fischer ini. Kemudian perhatikan gambar di bawah ini semoga makin jelas!

Animasi 1. Mekanisme kerja enzim berdasarkan teori Lock and Key

Sekarang, dapatkah kau menjelaskan maksud teori lock and Key tersebut?
Ya, menurutmu (mungkin) bahwa enzim mempunyai sisi aktif yang rigid (tetap, pasti) sehingga hanya substrat yang mempunyai bentuk sesuai saja yang sanggup membentuk kompleks enzim substrat, persis mirip gembok dan kunci. Bukan begitu? Nice explanation!!

Teori Induced Fit oleh Koshland
Nah mungkin ini tidak bisa ditebak dari nama teorinya. Agar memudahkan penjelasan, silakan lihat gambar animasi di bawah ini:

Animasi 2. Mekanisme kerja enzim berdasarkan teori Induced Fit

Bagaimana? Sudah sanggup maksud teori Induced Fit?
Menurut teori Induced Fit, enzim mempunyai sisi aktif yang toleran (fleksibel) pada banyak sekali bentuk substrat. Sehingga substrat yang sejenis namun berbeda bentuk masih sanggup menciptakan kompleks enzim+substrat. Begitu kira-kira.

Bagaimana Sifat Enzim?

Enzim mempunyai sifat-sifat tertentu yang akan menghipnotis kerjanya dalam reaksi kimia. Berdasarkan uraian di atas, semestinya kau sanggup memperkirakan sifat apa saja yang dimiliki enzim. Yuk coba kita kira-kira!

Berdasarkan strukturnya, enzim tersusun oleh sebagian besar protein, maka enzim bersifat layaknya protein. Enzim akan inaktif pada lingkungan bersuhu terlalu rendah dan akan rusak pada lingkungan bersuhu terlampau tinggi. Normalnya sih toleran pada suhu 22 - 37 dC (derajat Celcius). Kecuali enzim organisme psikrofilik dan termofilik. Kok bisa? Ya terperinci bae lah!

Berikut grafik kerja enzim berdasarkan suhu lingkungannya:

Grafik 1. Kesetimbangan suhu dan kerja enzim

Begitu juga dengan pH, protein mempunyai pH optimal yang netral antara angka 6 - 8. Beberapa enzim mirip pepsin toleran pada pH yang sangat rendah (asam), atau tripsin dan lipase yang optimal pada pH agak tinggi (basa). Sebagian besar enzim akan terdenaturasi oleh pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Kecuali enzim organisme asidofilik dan alkalifilik. Gak usah tanya kenapa ya!

Berikut grafik kerja enzim berdasarkan pH lingkungannya:

Grafik 2. Kesetimbangan pH dan kerja enzim

Menurut fungsinya sebagai biokatalisator, maka enzim mempunyai sifat mempercepat reaksi kimia, tanpa mengubah hasil, arah, dan keseimbangan reaksi. Dengan begitu juga enzim bersifat menurunkan energi aktivasi reaksi. Yang pasti, enzim tidak ikut bereaksi sehingga hanya dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit.

Grafik 3. Perbedaan energi aktivasi dengan dan tanpa enzim

Menurut cara kerjanya, maka enzim sanggup dikatakan mempunyai sifat bekerja secara spesifik pada jenis substrat tertentu, sebagian enzim sanggup bekerja dua arah reaksi (ke kiri atau kanan). Wakarimasuka?

Apa Saja Yang Mempengaruhi Kerja Enzim?

Sebenarnya dari uraian di atas, kau seharusnya sudah bisa memperkirakan faktor apa saja yang akan menghipnotis kerja enzim. Gak percaya? Yuk coba!

Menurut strukturnya, maka yang akan menghipnotis kerja enzim yakni perubahan struktur baik pada substrat ataupun pada enzim. Ada banyak hal yang sanggup menimbulkan perubahan bentuk pada substrat dan enzim. Perubahan pada struktur substrat, misal akhir radikal bebas, maka akan menciptakan substrat tidak sanggup berikatan dengan enzim. Lain hal yakni dampak denaturasi enzim oleh suhu dan pH. Denaturasi yakni perubahan struktur protein sehingga menciptakan enzim gagal fungsi. (Silakan lihat kembali grafik 1 dan 2)

Menurut cara kerja enzim membentuk kompleks enzim substrat, maka penghambat pembentukan kompleks tersebut pada sisi aktif enzim akan berdampak pada kerja enzim. Molekul inhibitor yakni yang bertanggung jawab atas hal tersebut. Inhibitor berdasarkan caranya menghipnotis sisi aktif enzim terbagi menjadi 2, yaitu:

Inhibitor Kompetitif
Ini yakni jenis inhibitor yang bersaing dengan substrat untuk merebut posisi pada sisi aktif enzim. Sehingga jikalau inhibitor mendapat daerah pada sisi aktif maka substrat tidak akan sanggup berikatan dengan enzim. Sayangnya inhibitor ini tidak direaksikan sehingga keberadaannya pada sisi aktif cukup stabil. Berikut ilustrasi penghambatan oleh inhibitor kompetitif.

Animasi 3. Pola penghambatan oleh inhibitor kompetitif

Inhibitor Nonkompetitif
Inhibitor ini tidak berebut sisi aktif enzim dengan substrat, melainkan lebih pada "main belakang" atau kita kenal dengan istilah "menyogok". Inhibitor nonkompetitif akan mengikat sisi alosterik enzim (sisi selain sisi aktif), namun dampaknya yakni sisi aktif enzim akan berubah bentuk sehingga substrat tidak sanggup berikatan dengan enzim. Berikut ilustrasi penghambatan oleh inhibitor nonkompetitif.

Animasi 4. Pola penghambatan oleh inhibitor nonkompetitif

Selain hal di atas, faktor lainnya yang menghipnotis kerja enzim yakni jumlah substrat. Sebenarnya jumlah substrat tidak mengganggu kerja enzim, melainkan akan besar lengan berkuasa pada laju reaksi enzimatis. Semakin banyak substrat maka semakin cepat laju reaksinya, tapi ada batas jenuhnya. Ketika jumlah substrat terlampau banyak, maka laju reaksi enzimatis akan menurun. Pada ketika itu sel akan memproduksi enzim lebih banyak untuk meningkatkan laju reaksi. Berikut grafik korelasi konsentrasi substrat dengan laju reaksi enzimatis:

Grafik 4. Hubungan konsentrasi substrat dengan laju reaksi enzimatis

Tidak hanya jumlah substrat, jumlah enzim pun akan menghipnotis laju reaksi. Semakin banyak enzim mengimbangi jumlah substrat maka laju reaksi akan semakin cepat, namun jikalau jumlah enzim melebihi substrat maka laju reaksi cenderung tidak berubah (stack). Berikut grafik korelasi jumlah enzim dengan laju reaksi enzimatis:

Grafik 5. Hubungnan konsentrasi enzim dengan laju reaksi enzimatis


Apa Sajakah Jenis-Jenis Enzim?

Oleh alasannya yakni enzim bersifat spesifik pada jenis substrat tertentu, maka sel akan membutuhkan banyak sekali jenis enzim. Berikut beberapa tipe enzim yang ada di dalam sel:

Tipe-tipe enzim, contoh, dan fungsinya
sumber tabel: milik pribadi

Begitulah tipe-tipe enzim dan beban tugasnya pada tubuh organisme. Masih banyak rujukan lain enzim yang ada pada sel, silakan kau mencari tahu secara mandiri.

Yossha!
Itulah klarifikasi materi Metabolisme Bagian I yang sanggup saya berikan. Semoga bermanfaat dan sanggup membantu rasa ingin tahu kau semuanya.
Insyaallah pembahasan berikutnya mengenai Katabolisme (Respirasi Aerob dan Fermentasi). Sampai Jumpa!!
Read More

Kamis, 26 Oktober 2017

Sistem Peredaran Darah Insan (Bagian 1)

PENGANTAR

Apa yang kau ketahui perihal darah?
Jika kita mendengar kata 'darah', hal apa yang terlintas di pikiran kita pertama kali? Kalau penulis eksklusif terpikir pada sebuah benda cair berwarna merah yang keluar dari kepingan badan yang terluka. Apa kau juga berpikir yang sama? Mungkin ada yang berpikir eksklusif pada nama yang identik dengan darah, mirip legenda 'dracula' dan 'vampir', atau bahkan "nyamuk"? Nama-nama ini identik dengan darah, bukan? Jadi, bisakah kita menyampaikan kalau darah itu ada dalam badan manusia? Atau darah itu mengandung makanan, lantaran "nyamuk" menghisap darah untuk makan? Nah, itulah yang secara fakta kita kenal dengan darah.

Dari manakah darah berasal?
Mungkin ada di antara kita yang bertanya, dari mana darah berasal atau dibentuk? Ternyata, darah dan komponen yang terkait dengannya mirip jantung dan pembuluh darah berasal dari lapisan embrionik mesodermal. Darah terbentuk sebelum organ-organ terbentuk, sehingga masih awal sekali dari perkembangan embrio. Pernahkan kau merenungkan ayat ini?

Surat Al-Mukminun, potongan ayat 14

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, kemudian segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, ..."

Dari ayat tersebut, telah dijelaskan bahwa darah muncul di awal (segumpal darah), dan gres sesudah itu organ-organ muncul (segumpal daging). Fatabarokallahu ahsanul kholiqin.

Lalu, apakah yang dimaksud peredaran darah?
Kita, mungkin, tak aneh lagi dengan istilah "peredaran darah". Namun, apa yang kita pahami dari istilah ini? Bagi penulis, untuk sanggup memahami istilah ini, kita harus paham dulu apa itu peredaran, dan apa itu darah? Peredaran adalah suatu proses memindahkan atau mengedarkan suatu benda dari satu kawasan ke kawasan lainnya, sedangkan darah ialah cairan dalam badan yang mengandung aneka macam komponen. Sehingga peredaran darah ialah ... ? Silahkan didefinisikan sendiri :)

Peredaran darah ialah salah satu sistem yang bekerja secara kontinu pada badan insan (dan binatang berdarah), sistem ini dikenal dengan sistem sirkulasi atau sirkulatori. Pada intinya, peredaran darah berbicara perihal bagaimana darah di dalam badan insan (dan binatang berdarah) diedarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Gambar 1. Sistem Peredaran, sumber: Hedi Sasrawan


Apa pentingnya sebuah peredaran darah tersebut?
Tubuh kita terdiri dari banyak sekali sel-sel fungsional, yang kemudian membentuk jaringan dan organ. Semua sel tersebut butuh "makan", sehingga jaringan dan organ bisa bekerja dengan baik. Nah, "makanan" sel-sel tersebut tidaklah mungkin tiba dengan sendirinya, harus didatangkan dari luar. Karena letak-letak jaringan dan organ tersebar dalam tubuh, maka sudah niscaya sel-sel yang butuh "makan" tersebut letaknya sangat tersebar, dengan demikian tidaklah mungkin "makanan" yang dibutuhkan diletakkan pada suatu kawasan kemudian sel-sel sendiri yang mengambilnya. Maka dari itu sangat diperlukan sebuah peredaran. Bisakah kau membayangkan bila kita kekurangan darah dalam jumlah besar? Sudahkah kita bersyukur?

Gambar 2. Infus darah, bukti pentingnya darah bagi badan manusia, sumber: nuhealsci.blogspot.com

KOMPONEN PEREDARAN DARAH

Peredaran darah melibatkan beberapa komponen dalam menjalankan fungsinya. Ada 3 komponen utama yang menunjang fungsi peredaran darah, yaitu:
  1. Jantung
  2. Pembuluh darah
  3. Darah

Jantung
Jantung adalah sebuah organ yang berbentuk mirip kantung, jantung manusia berukuran sekepalan tangan orang dewasa, terletak di tengah rongga dada (dibelakang tulang dada) dan sedikit condong ke sebelah kiri. Jantung merupakan salah satu organ paling vital dalam badan manusia, lantaran malfungsinya sanggup berdampak pada kematian. Jantung dibungkus oleh otot bercabang (otot jantung), yang cabangnya tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk struktur mirip jaring buah, struktur otot ini lah yang memungkinkan jantung berkontraksi dengan ritmik. Bagian dalam jantung berupa ruangan kecil berupa atrium dan ventrikel (serambi dan bilik) yang dipisahkan oleh katup dan sekat. Permukaan luar jantung dibungkus oleh selaput tipis lentur yang disebut "pericardium". Untuk lebih jelasnya, berikut gambar jantung manusia secara anatomi:

Gambar 3. Struktur anatomi jantung, sumber: biologylearningcenter.blogspot.com

Keterangan dan fungsi ruang jantung
  • Atrium Kanan / Serambi Kanan (Atrium Dexter), mendapatkan darah sistemik (dari seluruh tubuh)
  • Ventrikel Kanan / Bilik Kanan (Ventrikel Dexter), memompa darah ke paru-paru
  • Atrium Kiri / Serambi Kiri (Atrium Sinister), mendapatkan darah dari paru-paru
  • Ventrikel Kiri / Bilik Kiri (Ventrikel Sinister), memompa darah ke seluruh tubuh

Setiap ruang jantung tersebut mempunyai ketebalan dinding yang berbeda, berkaitan dengan beratnya fungsi yang dijalankan. Bisakah kau mengidentifikasinya?

Pembuluh Darah
Darah beredar dalam badan insan pada sebuah susukan khusus yang disebut pembuluh darah. Pembuluh darah tersebut berpangkal di jantung, menyebar ke seluruh kepingan tubuh, dan berujung pada jantung kembali. Pembuluh darah yang menjadi susukan keluarnya darah dari jantung disebut pembuluh arteri / nadi, sedangkan pembuluh darah yang menjadi susukan masuknya darah kembali ke jantung disebut pembuluh vena / balik. Kedua pembuluh darah ini mempunyai struktur yang berbeda sesuai dengan fungsinya.

Tabel 1. Perbedaan pembuluh arteri dan vena


Secara anatomi, struktur pembuluh arteri dan vena sanggup digambarkan sebagai berikut:

Gambar 4. Perbedaan struktur arteri dan vena, sumber: Forum Arenabetting

Pernahkah kau mengecek denyut nadi di leher ataupun di pergelangan tangan? Ataukah melihat garis-faris urat berwarna biru di bawah kulit? Apakah itu pembuluh darah? Pembuluh darah apa?

Darah
Darah adalah komponen peredaran yang diedarkan, darah inilah yang menjadi pembawa "makanan" yang dibutuhkan oleh sel-sel pada jaringan dan organ. Darah berbentuk cairan, namun kandungan terlarut di dalamnya cukup banyak. Berikut komponen darah:

Gambar 5. Komponen darah, sumber: melekbio.blogspot.com


Plasma Darah
Plasma darah ialah cairan berwarna kuning yang mengisi 55% volume darah, komponen ini yang menyebabkan darah berbentuk cair. Di dalam plasma darah terkandung aneka macam zat terlarut mirip nutrisi, mineral, sisa metabolisme, dan protein darah, namun 90% plasma darah ialah air. Plasma darah berfungsi sebagai media bagi sel-sel darah, dan membawa zat-zat terlarutnya sepanjang anutan darah, selain itu juga menjaga tekanan osmotik dalam darah.

Sel Darah
Sel darah merupakan komponen terbanyak kedua di dalam darah. Sel darah terdiri dari dua jenis, yaitu sel darah merah (ertirosit) dan sel darah putih (leukosit). Sel-sel darah bekerja berdasarkan fungisnya, yang mana fungsi tersebut diadaptasi dengan kelengakapan yang dimiliki oleh masing-masing jenis sel darah.

Gambar 6. Sel-sel darah, sumber: bimaariotejo.wordpress.com


Sel Darah Merah
Sel darah merah (eritrosit) merupakan sel darah terbanyak dalam anutan darah, sekitar 4 - 5 juta sel/ml darah, dibentuk di dalam sumsum merah pada tulang pipih dan tulang belakang. Eritrosit bersifat elastis, berwarna merah, dan berbentuk bikonkaf, yaitu bentuk mirip "kancing baju" yang mencekung di kepingan tengah. Eritrosit tidak mempunyai nukleus---sebenarnya punya, namun seiring pendewasaan nukleus melebur dan menunjukkan ruang yang lebih besar untuk pengikatan oksigen---dan mungkin lantaran ketiadaan nukleus inilah yang menimbulkan eritrosit berbentuk bikonkaf, namun hal ini masih diperselisihkan oleh para ahli.

Eritrosit mengandung Hemoglobin (Hb) yang mempunyai fungsi sentral dalam pengangkutan oksigen dan karbondioksida. Keberadaan hemoglobin dijadikan lantaran juga mengapa eritrosit mempunyai bentuk bikonkaf, daya tarik hemoglobin menimbulkan membran merapat dan memipih di kepingan tengah. Selain itu, hemoglobin menjadi faktor penyebab eritosit berwarna merah. Gugus heme pada hemoglobin akan berkembang menjadi merah ketika berikatan dengan oksigen. Hemoglobin mengikat oksigen dengan membentuk kompleks Oksihemoglobin. Selain itu, eritrosit mengandung senyawa Nithrosothiol yang dipakai untuk melebarkan pembuluh darah ketika terjadi kekurangan orksigen.

Berikut struktur eritrosit dan kaitannya dengan hemoglobin.

Gambar 7. Struktur Eritrosit, sumber: usaha321.net


Eritrosit juga membawa protein penanda yang dikenal sebagai Aglutinogen yang memberi imbas pada golongan darah, sehingga orang dengan aglutinogen tertentu akan bergolongan darah tertentu. Misalnya orang bergolongan darah A, berarti mempunyai aglutinogen A. Tidak hanya aglutinogen yang memilih penggolongan darah, tetapi aglutinin yang beredar di plasma darah juga menjadi faktor golongan darah. Berikut tabel golongan darah biar kau lebih memahami.

Tabel 2. Penggolongan darah dan uji golongan darah



Eritrosit memiliki umur kurang lebih 120 hari semenjak pertama kali diproduksi oleh sumsum merah, dan kemudian akan dirombak di dalam hati menjadi komponen penyusunnya. Namun tidak semua eritrosit memiliki usia yang sama, sehingga setiap hari selalu ada sel darah merah yang dirombak dan diproduksi kembali di dalam badan kita.

Sel Darah Putih
Penulis ingat ketika masih kecil, ketika melihat bekas luka yang mengeluarkan nanah, selalu menyampaikan bahwa luka tersebut mengeluarkan "darah putih", padahal ketika itu penulis belum mempelajari apapun perihal sel darah putih. Mengapa bisa begitu ya? hehe..

Sel darah putih (leukosit) ialah sel-sel darah berukuran besar dan memiliki kemampuan untuk menaklukkan aneka macam jenis infeksi. Leukosit dibentuk di dalam sumsum tulang, limfa, dan tonsil, kemudian sebagian dibawa ke timus untuk dimatangkan. Leukosit di dalam anutan darah insan berkisar antara 5000 - 10.000 sel/ml darah. Leukosit memiliki beberapa tipe, yang kesemuaannya berperan dalam pertahanan badan dari infeksi dan penyakit. Sebenarnya, ada bahan khusus untuk membahas leukosit lebih dalam, yaitu sistem imun / pertahanan tubuh. Namun penulis akan menunjukkan sedikit info mengenai tipe-tipe leukosit berikut ini:

Gambar 8. Tipe-tipe Leukosit, sumber: biologigonz.blogspot.com


Neutrofil-Eosinofil-Basofil ialah leukosit bergranula yang disebut granulosit, sedangkan limfosit dan monosit tidak bergranula sehingga disebut agranulosit. Neutrofil ialah leukosit terbanyak, kemudian limfosit, dan yang paling sedikit ialah basofil. Monosit ialah leukosit terbesar, yang sewaktu-waktu sanggup berdiferensiasi menjadi sel pemangsa yang disebut Makrofag. Pembahasan lebih jelasnya akan disampaikan pada artikel selanjutnya, sistem imun / pertahanan tubuh, insyaallah.

Keping Darah
Keping darah (platelet) atau trombosit bukan merupakan sebuah sel yang sejati, lantaran trombosit tidak mempunyai nukleus dan memperbanyak diri dengan fragmentasi, hal yang kurang masuk akal untuk sel di dalam badan mamalia. Trombosit berukuran sangat kecil, jumlahnya juga tidak banyak, hanya sekitar 200-400 ribu unit/ml darah. Trombosit mempunyai peranan penting dalam proses penggumpalan darah (koagulasi), yang mana proses ini membantu dalam menutup luka pada pembuluh darah, dan menahan keluarnya darah secara berlebih dari pembuluh darah. Berikut ialah denah proses pembekuan darah secara sederhana:

Gambar 9. Skema pembekuan darah oleh trombosit, sumber: e-learning4sciences.blogspot.co.id


Bisakah kau memprediksi imbas yang akan muncul bila trombosit dalam darah berkurang drastis pada badan manusia? Bisakah kau mengidentifikasi pada tanda-tanda apa trombosit insan turun secara drastis?

PEREDARAN DARAH
Materi ini dibahas pada postingan berikutnya, insyaallah.

Demikianlah bahasan mengenai Sistem Peredaran Darah Manusia (bagian 1). Semoga bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca sekalian. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya dari biofunlearning, dan tetap semangat belajar. Terima Kasih.
Read More

Rabu, 22 Maret 2017

Mekanisme Transpor Lintas Membran Sel

Pada materi sebelumnya, saya sudah memaparkan sedikit citra fungsi dari membran sel, salah satunya sebagai pengatur masuk dan keluarnya zat. Kali ini saya akan paparkan lebih dalam, bagaimana prosedur masuk dan keluarnya zat melalui membran sel tersebut.

Perlu dipahami bersama, bahwa membran sel mempunyai struktur yang cukup kompleks sebagai suatu pembatas yang amat kecil. Membran sel mempunyai cukup komponen untuk sekadar menjalankan "takdirnya" sebagai pagar pembatas yang sangat sensitif. mulai dari barisan fosfolipid, kanal-kanal protein, dan rantai-rantai karbohidrat.

Gambar 1. Membran Sel, sumber: biology 9th edition (Campbell, et. al.)

Sebelum masuk kepada pembahasan prosedur transpor zat lintas membran sel, ada perlunya untuk memahami beberapa komponen membran tersebut beserta fungsinya, yang akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

Fosfolipid
Fosfolipid yakni komponen utama dari sebuah membran sel, termasuk juga semua membran yang ada di dalam sel (misalnya, membran organel). Fosfolipid merupakan rangkaian lemak (lipid) dengan dua lengan dari asam lemak yang hidrofobik (menghindari air = takut air) dan sebuah kepala yang terdiri dari rangkaian gliserol, fosfat, dan kolin yang bersifat hidrofilik (menghadap air = suka air). Keberadaan molekul hidrofobik dan hidrofilik inilah yang mendasari bentuk membran sel menyerupai gambar 1 di atas.

Gambar 2. Fosfolipid Membran Sel, sumber: biology 9th edition (Campbell, et. al.)


Protein
Protein merupakan komponen kedua terpenting bagi membran sel. Protein dengan ukuran yang besar besar lengan berkuasa dalam memberi bentuk dan kepolaran suatu membran sel, serta sangat penting bagi penyediaan "jalan tol" bagi molekul tertentu yang ingin melintasi membran. Ada dua jenis protein yang dekat dengan membran sel, yaitu protein perifer dan protein integral. Protein perifer yakni protein yang sama sekali tidak tertanam di dalam membran sel. Fungsinya sama menyerupai pasak pada dinding sebuah bangunan, untuk memperkuat bentuk dari membran sel. Protein integral sebagian besarnya menembus lapisan fosfolipid membran. Sama menyerupai halnya fosfolipid, protein integral mempunyai sisi hidrofobik dan hidrofilik. Fungsinya yakni sebagai jalur transpor khusus bagi beberapa molekul yang akan melintasi membran.

Karbohidrat
Karbohidrat secara khusus berada di membran sel sebagai "tanda pengenal". Komposisi ini sangat penting mengingat komunikasi antar sel memakai persinyalan yang memaksa perlunya sebuah "penjajakan" bentuk sinyal untuk sanggup diteruskan. Pada membran sel, keberadaan karbohidrat akan mensugesti bentuk molekul yang ada bersamanya. Jika karbohidrat bersama lipid, maka disbeut glikolipid. Jika sedang bersama protein, maka disebut glikoprotein. Perbedaan ini akan menunjukkan perbedaan fungsi.

Gambar 3. Bentuk Protein dan Karbohidrat pada Membran Sel

TRANSPOR ZAT

Sel sebagai unit fungsional sangat memerlukan pasokan materi baku dalam intensitas yang tinggi. Sementara itu, sel tidak sanggup memproduksi sendiri materi bakunya. Oleh sebab itu, suatu distribusi materi baku tersebut harus ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam upaya menunjang distribusi materi baku, membran sel melaksanakan sebuah prosedur transpor zat yang selektif dan "pilih-pilih". Hal ini diharapkan untuk mencegah zat-zat tidak diharapkan masuk ke dalam sel yang justru membahayakan keberlangsungan sel itu sendiri.

Ada 5 prosedur transpor zat melalui membran sel, yaitu
  1. Difusi sederhana
  2. Osmosis
  3. Difusi terfasilitasi
  4. Pengangkutan oleh membran, dan
  5. Transpor aktif

Difusi Sederhana
Difusi, dan juga osmosis yakni prosedur transpor zat lintas membran secara pasif (tanpa santunan energi) yang mengharuskan pergerakan zat yang melintasi membran menuruni gradien konsentrasi untuk zat tersebut (menuruni = dari tinggi ke rendah). Secara sederhana, difusi sanggup diartikan sebagai proses perpindahan zat terlalut dari suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut tersebut tinggi (hipertonik) ke larutan yang mempunyai konsentrasi zat tertlarut tersebut rendah (hipotonik). Difusi akan terus berlangsung sampai mencapai titik keseimbangan, di mana larutan donor zat dan larutan resipien zat mempunyai konsentrasi zat terlarut tersebut yang sama (isotonik).

Beberapa teladan difusi sederhana yang biasanya dijadikan studi kasus di Sekolah Menengan Atas yakni penyebaran warna sirup pada minuman, larutnya gula, teh, atau kopi ketika menciptakan minuman, atau larutnya garam pada air ketika menciptakan masakan (kuah).

Gambar 4. Difusi Sederhana, sumber: biology 9th edition (Campbell, et. al.)


Osmosis
Osmosis yakni prosedur yang sama dengan difusi, hanya saja keberadaan membran semipermeabel mensugesti "siapa" yang akan berpindah larutan. Pada osmosis, yang berpindah larutan yakni zat pelarut dan bukan zat terlarut. Dengan katan lain, osmosis dalah perpindahan zat pelarut dari suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat pelarut yang tinggi ke larutan yang mempunyai konsentrasi zat pelarut yang rendah. Atau di banyak buku dijelaskan sebagai perpindahan air dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke konsentrasi tinggi (hipertonik) sampai mencapai keseimbangan konsentrasi di kedua larutan.

Contoh osmosis yang paling sering dipersoalkan pada pembelajaran biologi di Sekolah Menengan Atas yakni osmosis pada sel flora (misalnya, kentang) dan pada sel binatang (misalnya, darah atau kulit).
  1. Plasmolisis, sautu osmosis berlebihan yang menjadikan banyak air berpindah ke luar sel tumbuhan, sehingga sel tersebut menjadi mengkerut da kehilangan bobotnya, jawaban sel flora tersebut berada pada lingkungan yang hipertonis. Contoh: kentang pada larutan hipertonis (misalnya, larutan garam atau gula).
  2. Turgid, kebalikan plasmolisis, masuknya air berlebihan ke dalam sel flora yang berada pada lingkungan hipotonis, sehingga menjadikan sel kentang "kembung" dan mengencang. Contoh: kentang pada larutan hipotonis (misalnya, aquades).
  3. Krenasi, hal serupa plasmolisis pada sel tumbuhan, namun terjadi pada sel hewan.

Gambar 5. Contoh Osmosis, sumber: biology 9th edition (Campbell, et. al.)

Difusi Terfasilitasi
Kata "terfasilitasi" menunjukan adanya sebuah komponen yang menjadi penyedia fasiliatas bagi berlangsungnya proses transpor jenis ini. Seperti yang telah kita pahami bersama, bahwa protein lah penyedia akomodasi tersebut. Protein membuka jalur "tol" atau "by pass" sehingga memudahkan suatu zat melintasi membran seara pasif. Dengan kata lain, ini yakni jenis transpor zat yang melibatkan saluran protein integral.

Gambar 6. Difusi Terfasilitasi, sumber: biology 9th edition (Campbell, et. al.)

Pengankutan oleh Membran
Pengangkutan ini tidak melibatkan gradien konsentrasi, namun juka di luar sel hipertonik terperinci akan lebih mudah. Transpor jeni ini melibatkan keaktifan "gerakan" membran untuk memasukkan (endositosis) atau mengeluarkan (eksositosis) zat dari sel. Ada 3 jenis endositosis, yaitu:
  1. Fagositosis, gerakan aktif membran sel, menyerupai gerakan lengan yang sedang memeluk, untuk menangkap zat masakan di sekitarnya. Biasanya dipakai untuk memasukkan molekul besar.
  2. Pinositosis, gerakan aktif membran sel memasukkan zat yang berada di dekatnya dengan membentuk sebuah cekungan dalam untuk membungkus zat-zat tersebut. Biasanya dipakai untuk memasukkan molekul cair kecil.
  3. Endositosis dengan reseptor, gerakan aktif membran sel memasukkan zat yang menempel pada reseptor yang berada di permukaan luar membran sel.

Gambar 7. Endositosis, sumber: biology 9th edition (Campbell, et. al.)

Transpor Aktif
Transpor aktif yakni jenis transpor zat melintasi membran yang melibatkan penggunaan energi (ATP) sebagai pemicu transpor, dikarenakan zat yang akan melintas harus melawan gradien konsentrasinya (hipotonik ke hipertonik). Transpor aktif biasanya dipakai untuk mengangkut ion. Contoh transpor aktif yakni pompa hidrogen pada ketika respirasi energi (transpor elektron), dan pompa Na-K yang umum terjadi di sel saraf (impuls).

Gambar 8. Transpor Ion Hidrogen, sumber: biolgy 9th edition (Campbell, et. al.)

===================

Setiap sel mempunyai kebutuhannya masing-masing, sehingga kompleksitas transpor zat mungkin sama, namun intensitasnya berbeda. Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sel tersebut.

Selesai ditulis, oleh Muhammad Zainul Wahid, S.Pd.
di Bandarlampung, 22 Maret 2017

Demikianlah materi prosedur transpor zat melintasi membran sel. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih sudah membaca, dan jangan lupa tinggalkan komentar.
Read More