Raytecho -->
Latest Update
Fetching data...

Sabtu, 27 Juni 2015

Tahapan Neurulasi

Neurulasi ialah salah satu proses perkembangan embrio yang melibatkan interaksi antar lapisan forum dan pemetaan nasib (Fate Map) yang paling terperinci terlihat selama perkembangan embrio. Neurulasi melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

Gambar Tahapan Neurulasi

  1. Chorda Mesoderm (CM) menginduksi Neural Ektoderm (NE), menstimulasi NE untuk merubah bentuk sel ke arah menebal, sehingga terbentuk Neural Plate, sederetan sel NE yang lebih tebal dari sel ektoderm lainnya, sehingga nampak menyerupai pelat. Pada ujung-ujung Neural Plate terdapat sel yang disebut Neural Crest.

  2. Selanjutnya Neural Plate menginduksi balik CM, menstimulasi CM berubah bentuk menjadi bulat. CM sekarang telah menjadi Notochord. Terbentuk juga sebuah lipatan ektoderm di sepanjang dorsal embrio, yang disebut Neural Fold

  3. Notochord menginduksi balik Neural Plate, menstimulasi Neural Plate mengubah bentuk sel serupa baji, sehingga Neural Plate secara keseluruhan menekuk ke dalam dengan ujung-ujungnya bergerak ke atas mengarah untuk saling bertemu. Tahap ini disebut Neural Groove.

  4. Ujung-ujung Neural Groove karenanya bertemu dan sedikit menekuk ke dalam. Neural Crest yang berada di ujungnya terlepas sesaat sebelum terbentuk Neural Groove. Neural Crest ini kelak akan menjadi Ganglia Saraf.

  5. Neural Fold karenanya melebur dan menyatu, terbentuk sekelompok sel yang berbentuk tabung, tahap ini disebut Neural Tube.

  6. Sel Mesoderm yang berada di samping Notochord akan menebal dan memanjang membentuk somite. Somite akan menjadi mesoderm somatik di bab dorsal dan di bab ventral akan menjadi Mesoderm Splancnic.

  7. Terbentuknya Neural Tube merupakan selesai Neurulasi.

Demikianlah proses Neurulasi berlangsung. Semoga penejelasan di atas akan memudahkan pemahaman kita terhadap proses Neurulasi.
Read More

Jumat, 19 Juni 2015

Penjelasan Umum Conditional Sentence Type 0, 1, 2 Dan 3


Conditional Sentence sanggup diartikan dengan kalimat bersyarat dan juga sebagai kalimat pengandaian.

Conditional sentence juga disebut sebagai kalimat bersyarat alasannya ialah menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi jikalau syaratnya terpenuhi, sedangkan disebut sebagai kalimat pengandaian alasannya ialah menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan (fakta) yang ada. Conjunction yang dipakai untuk mengungkapkan bentuk conditional sentence ialah “if”.

Conditional sentence selalu berbentuk beragam (compound sentence), yaitu kalimat yang terdiri dari main clause (induk kalimat) dan subordinate clause (anak kalimat).

Main clause ialah bab dari kalimat beragam yang sanggup bangkit sendiri serta mempunyai arti yang lengkap jikalau berpisah dari bab yang lain dalam kalimat majemuk.

Subordinate clause atau anak kalimat ialah bab dari kalimat beragam yang tidak sanggup bangkit sendiri seandainya  berpisah dari bab lain dalam kalimat majemuk.

 sanggup diartikan dengan kalimat bersyarat dan juga sebagai kalimat pengandaian Penjelasan Umum Conditional Sentence type 0, 1, 2 dan 3


Dalam pelajaran bahasa Inggris di sekolah dulu, umumnya kita mengetahui ada 3 jenis conditional sentence, yaitu tipe 1, 2, dan 3. Tetapi, dalam beberapa sumber absurd juga dikenal adanya conditional sentence type 0.
Untuk mengetahui perbedaan dari keempat jenic conditional sentence di atas, maka perhatikan tabel di bwah ini!



Type
If clause
Main clause
example
0
Simple present
Simple present
A cat will scratch you if you pull its tail
( seekor kucing akan mencakar anda jikalau anda menarik ekornya )

If we win the league, we get promoted
( jikalau kita juara liga, kita mendapat promosi )
1
Simple present
Simple future
If the weather is good tomorrow, I will go to the beach
( jikalau cuaca manis besok, aku akan pergi ke pantai )


If it rains, we will get wet
( Jika hari ini hujan, kita akan berair )
2
Simple past
Past future
If I were sick today, I wouldn’t meet you
( jikalau aku sakit hari ini, aku tidak akan bertemu kalian )


If I had the money, I would buy a yacht
( jikalau aku mempunyai uang, aku akan membeli kapal )

3
Past perfect
Past future perfect
If I had invited her yesterday, she wouldn’t have been angry
( jikalau aku mengundangnya kemarin, beliau tidak akan murka )

She would have pass the exam if she had studied hard before
( Dia akan sudah lulus ujian itu jikalau beliau telah berguru ulet sebelumnya )

Terkadang, kalimat pengandaian atau conditional juga sanggup dinyatakan tanpa memakai kata penghubung “if”, sebagai gantinya sanggup memakai kata-kata berikut ini:

On condition that ( dengan syarat bahwa )
Provided that ( asalkan )
As long as ( selama/asalkan )

Berikut pola penggunaannya dalam kalimat
I will help you if I am not busy  ( aku akan menolongmu jikalau aku tidak sibuk )
I will help you in condition that I am not busy ( aku akan membantumu dengan syarat bahwa aku tidak sibuk )
I will help you provided that I am not busy ( aku akan menolongmu asalkan aku tidak sibuk )

Semoga klarifikasi singkat di atas sanggup menawarkan citra kepada kita semua mengenai conditional sentence type 0, 1, 2, dan 3. Penjelasan lebih lengkap mengenai conditional sentence akan dibahas pada goresan pena lainnya.
Read More

Pengertian, Fungsi Dan Hukum Question Tags Bahasa Inggris


Question tags atau Tag question adalah pernyataan singkat di simpulan kalimat yang terletak sesudah pernyataan. Pembicara yang menggunakann tag question atau question tag dalam kalimatnya berusaha untuk menemukan kepastian apakah pernyataan yang ia sampaikan benar atau dengan kata lain pembicara berusaha  mencari persetujuan.

Question tag
atau tag question dipakai oleh pembicara untuk meminta penegasan dari pendengar ihwal sesuatu yang belum begitu meyakinkan pembicara  atau sanggup dikatakan untuk meminta persetujuan dari pendengar atas pernyataan yang diucapkan.

Question tag sanggup diartikan dengan “bukan?” atau “kan?”
Berikut ini ialah pola Question tags:

You like tea, don’t you ?   
( kau suka teh, kan ? )

They have left, haven’t they ?
( mereka sudah pergi, bukan?)

Dino is a student, isn’t he ?
( Dino ialah seorang pelajar, bukan ? )

 Mary isn’t here, is she ?
( mary tidak ada di sini, kan ? )

They didn’t go to school yesterday, did they ?
( Mereka tidak pergi ke sekolah kemarin, bukan ? )

 pernyataan singkat di simpulan kalimat yang terletak sesudah pernyataan Pengertian, Fungsi dan Aturan Question Tags Bahasa Inggris

Kalimat yang bercetak tebal di atas disebut sebagai Question tags atau tag question atau pernyataan penegas.

Question tag dibuat dari auxiliary verb ( is, am, are, does, do, did,  can, have, may, etc ) yang digabungkan dengan personal pronoun yaitu I, We, You, They, He, She, dan It.

Untuk membentuk question tag, ada beberapa hukum yang harus kita ketahui, sebagai berikut :

1.    Apabila pernyataannya ialah kalimat positif, maka tag questionnya harus negatif. Misalnya:
He is a doctor, isn’t he ? ( beliau ialah seorang dokter, bukan ? )

2.    Apabila pernyataannya ialah kalimat negatif, maka tag questionnya harus positif. misalnya:
You are not happy, are you ? ( kau tidak senang, bukan ? )

3.    Subjek dalam question tag harus selalu berbentuk personal pronoun/kata ganti orang atau benda. Misalnya:
Umar goes to course by bicycle, doesn’t he ?  ( Umar pergi ke tempat  kursus dengan sepeda, bukan ? )
 Kalimat di atas ialah kalimat yang benar. JANGAN
Umar goes to course by bicycle, doesn’t Umar ?  ( SALAH )

4.    Apabila kalimat pernyataan memakai “TO BE” yaitu is, am, are, was, were, maka “To Be” tersebut harus diulang dalam Question tag yang berlawanan. Misalnya:
You are not a soldier, are you ? ( kau bukan seorang tentara, bukan ? )

Pengecualian:
Apabila dalam kalimat pernyataan positif terdapat  TO BE “am” yang berpasangan dengan subjek I, maka dalam Question Tags  “TO BE” harus diganti dengan “are”.

Misalnya:
I am a Student, aren’t I ?  ( aku ialah seorang pelajar, bukan ? )

Sedangkan apabila kalimat yang memakai subjek “I am” berbentuk negatif, maka dalam pernyataan penegasnya , TO BE “am” tidak mengalami perubahan.
Misalnya:
I am not a servant, am I ?  ( aku bukan seorang pelayan, bukan ? )

Dalam buku Betty Schrampfer Azar berjudul “ Understanding and Using English Grammar second edition”, dijelaskan sebagai berikut:
I am supposed to be here, am I not ? ( aku seharusnya berada di sini,kan? )
I am supposed to be here, aren’t I ? ( aku seharusnya berada di sini,kan ? )

“Am I not ? “ ialah bahasa Inggris formal. Sedangkan,
“aren’t I? “ ialah bahasa Inggris umum dalam percakapan.

5.    Apabila kalimat pernyataannya memakai kata kerja bantu ( Auxiliary verb ), yaitu “ can, may, should, would, will, shall, has, had”, selain “to be”, maka kata kerja bantu tersebut harus diulang dalam question tag-nya dengan bentuk berlawanan. Misalnya:
Hera will invite us, won’t she ?   ( Hera akan mengundang kita, bukan ? )

6.    Apabila dalam pernyataan tidak terdapat kata kerja bantu dan hanya berupa kata kerja, contohnya dalam kalimat verbal positif simple present atau simple past, maka tag questionsnya memakai “do, does, atau did”. Misalnya:
Patricia looks pale, doesn’t she ? ( Patricia terlihat pucat, bukan ? )
Cece went to the museum yesterday, didn’t she ? ( Cece pergi ke museum kemarin, bukan ?)

7.    Pada kalimat perintah atau ajakan, maka question tags dibuat dengan memakai “will you” dan “shall we”. Misalnya:
Stop the noise, will you ? ( tolong hentikan keributan ? )

8.    Beberapa kalimat positif dianggap sebagai kalimat negatif kalau diikuti oleh kata “ never, seldom, rarely, hardly, few, little, barely”, sehingga tag question-nya berbentuk positif. contoh:
She never wake up in the morning, does she ? ( beliau tidak pernah bangkit pagi, bukan ? )

9.    Negatif tag harus disingkat. Contoh:
Do not disingkat Don’t,
Will not disingkat Won’t,
Must not disingkat Mustn’t,
Etc.

10.    “It” dipakai untuk menggantikan posisi subjek yang berupa “ everything, nothing, that, this, maupun singular noun lainnya. sedangkan “They” dipakai untuk menggantikan posisi subjek berupa “everyone, every body, no one, no body, some one, somebody, those, these, dan plural noun lainnya.
Contoh:
This is your book, isn’t it ? ( ini ialah bukumu bukan ? )
These are your books, aren’t they ? ( ini ialah buku-bukumu, bukan ? )

11.    Pada kalimat yang menggunakan  “There+ be”, maka there dipakai di dalam tag question. Contoh:
There is a meeting tonight, isn’t there ? ( ada rapat malam ini, kan ? )

12.    Kalimat yang mempunyai arti negatif menggunakan tag question positif. contoh:
Nothing is wrong, isn’t it ? ( tidak ada yang salah bukan ? )

Demikianlah klarifikasi mengenai tag question, fungsi dan aturan-aturan umumnya. Semoga goresan pena ini sanggup memperlihatkan kita semua pengetahuan baru.



Read More

Rabu, 17 Juni 2015

Pengertian, Fungsi Dan Rumus Future Past Perfect Continous Tense


Future Past Perfect Continous Tense adalah
bentuk waktu yang dipakai untuk menyatakan suatu perbuatan atau keadaan yang seharusnya sudah sedang berlangsung pada suatu waktu tertentu di masa lampau.

Future past perfect continous tense adalah tenses terakhir yang dibahas di blog ini. berikut ini ialah beberapa penggunaan dan fungsi dari future past perfect continous tense :

1.    Future past perfect continous tense dipakai untuk menyatakan suatu insiden atau perbuatan yang akan telah sedang berlangsung pada waktu yang akan tiba di masa lampau.
Contoh:
My sister would have been working inthat company for two years by the time I entered the university five years ago.
( saudara perempuanku akan telah sedang bekerja di perusahaan itu selama dua tahun pada ketika aku masuk universitas lima tahun kemudian )

They would have been waiting for three hours , by  last Sunday
( mereka akan sudah sedang menunggu  selama tiga jam mejelang hari ahad kemudian )

2.    SHOULD dipakai untuk menyatakan suatu insiden yang semestinya tidak telah sedang berlangsung di masa lampau, tetapi pada kenyataannya insiden tersebut telah sedang berlangsung, dan hal tersebut merupakan hal yang patut disayangkan/disesalkan.
Contoh:
Henry should have been studying for the examination last night, he should not have been playing tennis with his friends
( Henry seharusnya telah sedang mencar ilmu untuk ujian kemarin malam, beliau seharusnya tidak telah sedang bermain tenis dengan teman-temannya )

Should we have been helding a party for one hour by last christmas?
( apakah kami akan sudah sedang  mengadakan pesta selama satu jam  menjelang hari natal tahun kemudian ? )

I should not have been teaching biology at SMU for three years by the end of last year.

( aku tidak akan sudah sedang mengajar biologi di SMU selama tiga tahun menjelang tahun kemudian )

Future Past Perfect Continous Tense ialah Pengertian, Fungsi dan Rumus Future Past Perfect Continous Tense

Berikut ini ialah rumus dan rujukan kalimat future past perfect continous tense:
I/We+ should + have + been + V1+ ing + object          ( + ) 
I/We+ should not + have + been + V1+ ing + object     ( - ) 
Should + I/We+ have + been + V1+ ing + object ?       ( ? ) 

You/They/He/She/It + would + have + been + V1 + ing + object           ( + )
You/They/He/She/It + would not + have + been + V1 + ing + object      ( - )
Would + You/They/He/She/It + have + been + V1 + ing + object  ?       ( ? )

( + ) He should have been studying english for three months by last January
( - ) He should not have been studying english for three months by last January
( ? ) should He have been studying english for three months by last January ?

( + ) she would have been teaching for ten years  by last year
( - ) she would not have been teaching for ten years  by last year
( ? ) would she have been teaching for ten years  by last year ?



Read More

Belajar Fungsi, Rumus, Dan Pola Kalimat Future Past Perfect Tense Bahasa Inggris


Future past perfect tense adalah bentuk waktu yang dipakai untuk menyatakan suatu kegiatan, tindakan atau keadaan yang akan telah simpulan di waktu lampau, dan perbuatan tersebut seharusnya telah lengkap pada suatu waktu di masa lampau.

Atau sanggup dikatakan bentuk waktu ini dipakai untuk menyatakan suatu pengandai pada waktu lampau, dimana yang semestinya akan telah terjadi apabila pada ketika itu suatu syarat terpenuhi.

Untuk memahami tenses ini dengan baik, maka berikut ini yakni penggunaan future past perfect tense:

1.    Future past perfect tense dipakai untuk menyatakan suatu kejadian atau perbuatan yang akan telah dilakukan di waktu tertentu di masa lampau.
Contoh:
He would have built the house by July last year
( beliau akan telah membangun rumah itu menjelang Juli tahun kemudian )

2.    Future past perfect tense dipakai untuk menyatakan suatu kejadian atau perbuatan yang akan telah terjadi atau akan telah dilakukan sebelum atau ketika terjadi kejadian yang lainnya di waktu yang akan tiba di masa lampau.
Contoh:
I would have entered the SMU before my older brother graduated from the university three years ago
( saya akan telah masuk SMU sebelum abang laki-lakiku lulus dari universitas tiga tahun yang kemudian )


My sister would have got some children by the time I finished  my study in the  ingusan high school five years ago
( saudara perempuanku akan telah mempunyai beberapa anak pada ketika saya menuntaskan sekolah di Sekolah Menengah Pertama lima tahun yang kemudian )


3.    Digunakan sebagai induk kalimat ( Main Clause ) dalam conditional sentence type 3, sedangkan anak kalimatnya  (If Clause) berada dalam bentuk past perfect tense.
Contoh:
She would have come here if you hadn’t forgotten to invite her yesterday
( Dia akan telah tiba ke sini seandainya kau telah tidak lupa untuk mengundang beliau kemarin )

4.    Pada tenses ini, SHOULd dipakai untuk menyatakan perbuatan yang seharusnya dilakukan di masa lampau tetapi tidak dilakukan, dan hal tersebut merupakan suatu hal yang disayangkan.
Contoh:
You should have finished the task yesterday
( kau seharusnya telah menuntaskan pekerjaan  itu kemarin )

Dibawah ini yakni rumus dari future past perfect tense pada kalimat nominal dan kalimat mulut bahasa Inggris.
Rumus future past perfect tense kalimat nominal

I/We + should + have + been + complement              ( + )
I/We + should not + have + been + complement         ( - )
Should + I/We + have + been + complement ?            ( ? )
You/They/He/she/It + would + have + been + complement            ( + )
You/They/He/she/It + would not + have + been + complement       ( - )
Would + You/They/He/she/It + have + been + complement  ?        ( ? )

Rumus future past perfect tense kalimat verbal

I/We + should + have + V3 + object           ( + )
I/We + should not + have + V3 + object      ( - )
Should + I/We + have + V3 + object  ?        ( ? )
You/They/He/She/It + would + have + V3 + Object          ( + )
You/They/He/She/It + would not + have + V3 + Object     ( - )
Would + You/They/He/She/It + have + V3 + Object  ?      ( ? )

Berikut ini yakni rujukan kalimat future past perfect tense yang mengaplikasikan rumus di atas:

( + ) We should have graduated if we had studied hard
( - ) We should not have graduated if we had not studied hard
( ? ) Should We have graduated if we had studied hard ?

( + ) She would have come if you had invited her
( - ) She would not have come if you had not invited her
( ? ) Would She have come if you had invited her?

( + ) She would have been a doctor if she had studied hard
( - ) She would not have been a doctor if she had not studied hard
( ? ) Would She have been a doctor if she had studied hard?

( + ) I should have been happy if I had married her
( - ) I should not have been happy if I had not married her
( ? ) I should have been happy if I had married her ?




 bentuk waktu yang dipakai untuk menyatakan suatu aktivitas Belajar Fungsi, Rumus, dan Contoh Kalimat Future Past Perfect Tense Bahasa Inggris

Read More

Rabu, 20 Mei 2015

Pengertian, Fungsi Dan Rumus Future Past Continous Tense


Future Past Continous Tense adalah bentuk waktu yang dipakai untuk menyatakan suatu perbuatan atau acara atau keadaan yang akan sedang berlangsung di era lampau, tetapi alasannya ialah ada sesuatu atau lain hal maka perbuatan tersebut tidak jadi dilaksanakan.

Kalimat dengan memakai bentuk waktu Future Past Continous Tense tidak sanggup bangkit sendiri, tetapi selalu ada insiden atau perbuatan lain yang mengikutinya.

Adapun penggunaan dan fungsi dari past future continous tense ialah sebagai berikut :

1. Digunakan sebagai bentuk lampau dari present future continous tense untuk menyatakan suatu insiden atau perbuatan yang akan sedang berlangsung.
Contoh:
He would be reading the novel from seven to ten last night
( beliau akan sedang membaca novel itu pada pukul tujuh hingga pukul sepuluh kemarin malam ]
My mother would be preparing breakfast at this hour yesterday morning
( ibuku akan sedang mempersiapkan sarapan pada jam ini kemarin pagi )

2. Past future continous tense dipakai untuk menyatakan sesuatu hal atau perbuatan yang seharusnya tidak terjadi atau dilakukan di era sekarang, tetapi pada kenyataannya hal atau perbuatan tersebut terjadi. Dalam hal ini yang dipakai ialah should.
Contoh;
They shouldn’t be sitting here chatting. They should be attending the math class now.
( mereka seharusnya tidak sedang duduk di sini bercanda. Mereka seharusnya sedang mengikuti kelas matematika )

3. Digunakan untuk menggantikan kalimat langsung ( direct speech ) yang berbentuk present future continous tense dalam kalimat tidak eksklusif ( indirect speech ).
Contoh:
Direct speech
She told him : “ I will be waiting for you here tomorrow”
He asked me : “ What will you be doing at seven tonight “


Indirect speech
She told him that she would be waiting for him there the following day.
He asked me what I would be going at seven that night.  


 bentuk waktu yang dipakai untuk menyatakan suatu perbuatan atau acara atau keadaan y Pengertian, Fungsi dan Rumus Future Past Continous Tense


Pola / rumus kalimat yang dipakai pada future past continous tense ialah sebagai berikut ;
I/We + should + be + V1 + ing + objek          ( + )
I/We + should not + be + V1 + ing + objek    ( - )
Should + I/We + be + V1 + ing + objek ?      ( ? )

You/They/He/She/It + would + be + V1 + ing + objek           ( + )
You/They/He/She/It + would not + be + V1 + ing + objek      ( - )
Would + You/They/He/She/It + be + V1 + ing + objek  ?       ( ? )

Perhatikan pola kalimat past future continous tense berikut ini:
( + ) she would be teaching at the class by seven o’clock tomorrow morning
        ( Dia seharusnya mengajar di kelas itu menjelang pukul tujuh besok pagi )
( - ) She wouldn’t be teaching at the class by seven o’clock tomorrow morning
       ( beliau tidak seharusnya mengajar di kelas itu menjelang pukul tujuh besok pagi )
( ? ) Would she be teaching at the class by seven o’clock tomorrow morning
       ( apakah beliau harus mengajar di kelas itu menjelang pukul tujuh besok pagi )

( + ) Mu’min would be coming here tomorrow night
       ( Mu’min akan sedang tiba kemari besok malam )
( - ) Mu’min would not be coming here tomorrow night
       ( Mu’min tidak akan sedang tiba emari besok malam )
( ? ) Would Mu’min be coming here tomorrow night ?
       ( apakah Mu’min akan sedang kemari besok malam ? )

( + ) We should be playing the bulu tangkis last Friday
       ( kami akan sedang bermain bulu tangkis pada Jum’at kemudian )
( - ) We shouldn’t be playing the bulu tangkis last Friday
      ( kami tidak akan sedang bermain bulu tangkis pada jum’at kemudian )
( ? ) Shold we be playing the bulu tangkis last Friday ?
      ( apakah kita akan sedang bermain bulu tangkis pada Jum’at kemudian ? )

Semoga bahan past future continous tense ini sanggup bermanfaat bagi kita semua.
Read More

Minggu, 21 Oktober 2012

Alat-alat Kimia dan Fungsinya

I. Tujuan Percobaan
    Dapat Mengenal dan memahami alat-alat laboratorium kimia dan cara menggunakannnya.

II. Prinsip Percobaan
   Pengenalan dan penggunaan alat beserta fungsinya.

III. Teori Penunjang
    Alat-alat gelas yang terdapat di laboratorium kimia berdasarkan fungsinya secara umum dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu alat tampung, alat ukur dan alat pendukung. Alat ukur adalah alat yang berfungsi untuk menentukan jumlah zat cair secara tepat. Alat tampung adalah alat gelas yang fungsi utamanya adalah menampung zat kimia, bukan mengukur kuantitas zat.

IV. Hasil Pengamatan
NO.    Nama Alat dan  Kegunaan
1.Labu Ukur
  Menampung dan mencampur larutan kimia.

2.Tabung Reaksi
     Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit
3.Beker Gelas
      Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak
4.Gelas Ukur
     Mengukur volume larutan
5.Pipet Ukur

     Mengukur volume larutan

6.Penjepit Tabung Reaksi

     Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan

7.Pipet Tetes

     Memindahkan beberapa tetes zat cair

8.Mortar dan Alu
Menggerus dan menghaluskan suatu zat

9.Botol Semprot
menyimpan aquadest dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan

10.Cawan Porselin
Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi

11.Kawat Nikrom
Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala

12.Erlenmeyer
Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.

13.Pembakar Spirtus
Membakar zat atau memanaskan larutan

14.Batang Pengaduk
Mengaduk larutan

15.kaca Arloji
 Penutup gelas kimia , tempat menimbang bahan

16.Klem Buret
Memegang buret yang digunakan untuk titrasi

 17. Statif
Menegakkkan corong, buret

18.Kertas saring
 Menyaring larutan

19.Rak Tabung Reaksi
Tempat tabung reaksi

20.Bola Hisap
Menghisap larutan yang akan diukur

21. Corong
Menyaring cairan kimia

22.Kawat kasa
 Sebagai alas penyebaran panas

23.Buret

     Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu

24.Pipet gondok
 Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu

25.Plat Tetes
Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil

26.Lemari Asam
 Menyimpan larutan yang bersifat asam

27.Oven

     Mengeringkan peralatan yang akan digunakan

28.Neraca

     Mengukur jumlah zat yang diperlukan

29.Bunsen
Keperluan penggunaan api

30.Kertas indikator

     Menentukan pH larutan

31.Centrifuge
 Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan

32.Eksikator

     Mendinginkan zat

33. Corong Pisah

     Memisahkan larutan dan gas

34. Mikropipet

     Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil


V. Pembahasan
a. Gelas Ukur digunakan untuk megukur volume larutan dengan cara melihat meniscus secara tepat. Mata harus sejajar dengan gelas ukur, kemudian lihat bagian meniscus bawah untuk mentukan volume larutan.

b. Buret digunakan untuk mentitrasi larutan, buret dipasangkan dengan Erlenmeyer. Fungsi dari Erlenmeyer tersebut untuk menampung hasil titrasi. Tangan kanan digunakan untuk memegang dan menggoyangkan Erlenmeyer sedangkan tangan kiri untuk memegang keran buret.

c.   Labu Ukur digunakan untuk mencampur larutan. Caranya masukkan larutan ke dalam labu ukur. Simpan labu ukur di lengan tangan lalu goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tercampur.

d. Lemari Asam ini cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu tombolnya. Pintunya hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker dan sarung tangan ketika membukanya.

e.  Oven digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan. Hanya untuk alat-alat yang tahan terhadap panas.

f.  Bunsen digunakan untuk keperluan penggunaan api. Selang bunsen harus dihubungkan dengan kerang yang terhubung gas agar dapat mengeluarkan api. Api yang dihasilkan bisa diatur sesuai kebutuhannya.

g. Kertas Indikator cara menggunakannnya perubahan warna yang dihasilkan kertas indikator  dicocokkan dengan table warna indikator.

h. Centrifuge cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh hanya 1 karena di khawatirkan larutan yang berada dalam tabung akan menyembur.

i.  Eksikator digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan didinginkan terlebih dimasukkan ke dalam krus. Lalu masukkan krus ke dalam eksikator.

j.  Corong Pisah cara menggunakannya masukkkan larutan ke dalam corong dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Goyangkan corong agar larutan tercampur. Balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang dihasilkan larutan tersebut keluar.

k. Mikropipet cara menggunakannya tekan berkali kali thumb knopnya untuk memastikan lancarnya mikropipet. Tekan thumb knopnya dan masukkan mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet dan lepaskan tekanan pada thumb knop agar larutan tersebut keluar.

l.  Neraca cara menggunakannnya harus dipastikan bahwa neraca tersebut berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca, beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh ditimbang.

VI. Kesimpulan
    Alat ukur dibedakan menjadi 2, alat ukur yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.

VII. Sumber Rujukan
a.    http://www.scribd,com
b.    www.carapedia.com
c.    Wanibesak.wordpress.com
d.    Google Gambar

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Read More